0580895913

  • avatar
    Mega Puspita Iskandar
    2018-10-19 18:28:18

"PEMERASAN"

Yang mengalami kejadian ini adalah ayah saya bernama Iskandar Zulkarnaen (63 tahun). Saat itu ayah saya menggunakan aplikasi Facebook. akun yang bernama henny mengirimkan pesan ke ayah saya kalau dia tinggal di Inggris dan ingin mengirim barang ke Indonesia tapi dia tidak punya kerabat di Indonesia, jadi dia mintuan ayah saya untuk menerima paket kirimannya dengan komisi ?1000. Ayah saya termasuk orang yang sangat hati2 dan selalu was2 tapi entah kenapa saat itu dia percaya dan blank. Lalu mereka tukar nomor hp, dan henny ini memberikan identitas palsu. Akhirnya ada wanita yang menelfon nomor ayah saya mengaku namanya lussi. Dan dia menjelaskan kalau barangnya tertahan di bea cukai dan ayah saya harus membayar uang sebesar 5 juta untuk menebus nya. saat itu ayah saya menuruti nya dan mentransfer uang sebesar 5 juta ke rekening Rahmini ini. Ibu saya sempat curiga karena nama orang yang menelfon beda dengan nama di rekening, dan rekening atas nama pribadi bukan perusahaan. Dilihat dari percakapan ayah saya di chat FB dengan henny, bahasanya sangat kaku dan terlihat seperti google translate. Begitupun dengan sms yang menyuruh ayah saya untuk transfer, bahasanya aneh seperti habis google translate ke bahasa Indonesia. Singkat cerita setelah ayah saya transfer dan menunggu 2 hari barang yang dijanjikan itu tidak dikirim juga, lalu orang yang mengaku bernama lussi ini kembali meminta uang ke ayah saya dengan alasan (lagi-lagi) tertahan pihak imigrasi dan dia minta transfer uang 10 juta rupiah, saat itu ayah saya mulai sadar bahwa ini penipuan. Tp setelah dikonfirmasi ke account FB tsb wanita yg bernama henny ini bilang bahwa ini sungguh2, dan lagi lagi bahasanya sangat aneh, seperti bahasa inggris informal yang di translate ke bahasa Indonesia. Setelah kejadian ini kebetulan kakak saya punya kenalan yang bisa melacak gps. Pemilik asli rekening tinggal di Bengkulu, tp transaksi terakhir dilakukan di perumahaan daerah cempaka putih. Setelah kakak saya cek ke lokasi, ternyata rumahnya sepi dan security komplek sangat mencurigakan, ketika kakak saya tanya2 mengenai pemilik rumah yang gps nya dilacak kakak saya ini, boro2 menjawab ttg keberadaan pemilik rumah tp security tersebut malah bertanya balik "memangnya backing an anda siapa?" Sejak saat itu kakak saya berpikir untuk tidak gegabah dan mencoba mengikhlaskan. Saya share kronologi disini semoga kalian punya solusi dan dapat memblokir rekening tsb. Kalau bisa melacak dan menghukum orang tersebut. Bayangkan jika orang tua anda yg sudah paruh baya mengalami hal ini? Pasti akan sangat sedih dan hancur. :) Sekian dan terima kasih.